Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BISNIS. Tampilkan semua postingan

Budidaya Jamur Tiram

BeritaHeboh - Budidaya jamur tiram memiliki pola yang unik dan mengasyikkan. Sebagian besar para pembudidaya jamur tiram bahkan menjalankannya di halaman rumah mereka sendiri, tak perlu bangunan khusus. Hanya memanfaatkan lingkungan seputar rumah bahkan ruangan antara tembok rumah dan pagar-pun jadilah.

Pembuatan media tanam jamur tiram juga tidak terlampau sulit bahkan bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja. Itu berarti suami istri pun sudah bisa menjalankannya. Apa saja alat dan bagaimana melakukannya? Simak urutan keterangan berikut ini:

Teknik Budidaya Jamur Tiram
Alat dan bahan yang dibutuhkan:
1. Drum yang sudah dibersihkan. Bukan drum bekas aspal.
2. Kayu bakar untuk menyalakan api selama 9 jam
3. Rak kayu atau bambu untuk meletakkan log
4. Ph meter
5. Termometer
6. Sprayer alias penyemprot, seperti yang digunakan para ibu    menyemprot pewangi pakaian
7. Cincin dari paralon 2 inchi atau dari bambu sebanyak 300 biji
8. Serbuk kayu albasia 10,5 kg
9. Dedak halus 21 Kg
10. Tepung jagung 0,6 Kg
11. TSP 1 Kg
12. Kapur 3 buah
13. Bibit jamur F3 3 botol (biasanya dikemas dalam botol)
14. Alkohol 95 persen 1 liter
15. Kantng plastik transparan 20 X 35 X 0,5 sebanyak 300 lembar
16. Karet gelang tahan panas 600 buah
17. Air sumur 30 liter
18. Kertas roti 10 cm x 10 cm sebanyak 300 lembar

Cara pembuatan media tanam jamur tiram :
  • Bersihkan serbuk gergaji, buang serpihan yang besar dan tajam karena bakal merusak plastik
  • Aduk seluruh bahan yang tadi disebutkan hingga merata dan jangan sampai ada gumpalan-gumpalan. Setelah rata, genggam adonan ini dengan tangan, jika belum bisa mengepal berarti kekurangan air, tapi jangan sampai air menetes atau merembes karena itu berarti terlalu banyak air.
  • Masukkan adonan tadi ke dalam plastik transparan dengan dipadatkan. Kepadatan sangat penting karena akan menentukan proses pertumbuhan jamur nantinya. Sisakan 15 cm plastik agar mudah diikat.
  • Tiap log sebaiknya berukuran berat 1,2 kg
  • Sisa ujung plastik dimasukkan dala cincin lalu dilipat keluar, tutup dengan kertas roti dari atas lalu ikat dengan karet tahan panas.
  • Masukkan dalam drum yang bagian bawahnya di isi air dan diberi angsang, seperti mengukus nasi, tata seluruh log dengan rapat dan rapi.
  • Kukus log selama ini selama paling tidak 9 jam.
  • Seteah itu turunkan log-log itu dan simpan pada tempat tertutup selama 8 jam agar dingin.

Proses pembibitan jamur tiram
Dalam proses pembibitan jamur tiram harus dilakukan di ruangan tertutup dan pastikan tidak ada kontaminasi pada proses ini. Alkohol dibutuhkan untuk menyemprot seisi ruangan untuk menghindarkan dari bibit kontaminasi, Pada proses ini sangat berpengaruh akan sukses atau tidaknya dalam budidaya jamur tiram.
  • Gunakan sarung tangan.
  • Buka karet penutup dan masukkan sekitar 7-12 butir jagung (jika menggunakan media jagung) ke dalam satu log dengan posisi bukan di permukaan.
  • Turup kembali setelah dimasuki bibit dengan kapas.
  • Pembibitan harus dilakukan dengan cepat untuk menghindari masuknya bakteri atau jamur lain ke dalam media.
  • Simpan log pada rak yang telah disiapkan.
  • Proses tumbuhnya miselium butuh beberapa hari. Biarkan seluruh permukaan tertutup miselium lebih dahulu baru dibuka kapasnya kemudian.
  • Setiap siang hari semprotkan air ke seluruh permukaan rangan agr terjadi kelembaban.
  • Setelah muncul cangkang, tunggu 2 -3 hari untuk dipanen.
Jamur tiram bakal gampang layu atau menguning. Panen biasanya dilakukan pagi hari dan segeralah disetorkan ke pasar untuk mendapatkan warna dan tekstur jamur yang putih bersih. Anda tingal memanennya setiap pagi sesuai pertumbuhan jamur. Lakukan pembuatan ini hingga mendapatkan jumlah log yang bisa menghasilkan panenan jamur sesuai target yang Anda inginkan. Jangan lupa baca juga sifat dan syarat tumbuh jamur tiram sebelum terjun ke budidaya jamur tiram. 
Share:

Analisa Modal Usaha Ternak Ikan Lele

BeritaHeboh - Beternak ikan lele menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menarik untuk dijalankan. Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan yang banyak disukai sehingga peluang untuk menjalankan usaha ini sangat besar. Ikan lele ini merupakan ikan yang bisa hidup dalam kepadatan yang tinggi. Ikan lele ini memiliki tingkat konversi pakan sehingga bisa memiliki bobot pertumbuhan yang baik. Hal ini membuat budidaya dari ikan lele bisa sangat menguntungkan jika dilakukan secara intensif. Untuk proses pembesaran pada ikan lele ini sangat mudah karena bisa dikembang biakan menggunakan kolam terpal yang memiliki harga lebih murah dan pembuatannya cukup mudah. Jadi para pelaku usaha ternak ikan lele ini dapat menggunakan metode yang satu ini untuk menjalankan usaha pembudidayaan ikan lele.


Info Usaha Ternak Ikan LeleDalam usaha pembesaran lele pada kolam terpal ini bisa dibedakan menjadi tiga jenis atau macam, yaitu kolam terpal dibawah permukaan tanah atau dengan menggali tanah, kolam terpal diatas permukaan tanah yang tidak perlu menggali tanah, serta kolam beton yang dilapisi dengan terpal. Pada saat pembesaran ikan lele dengan menggunakan kolam terpal sama dengan pembesaran menggunakan kolam pembesaran.

Ini dia beberapa langkah tentang proses pembesaran ikan lele yang perlu diperhatikan, apabila kolam terpal sudah selesai dibuat :

1. Pemilihan bibit ikan lele
Gunakanlah bibit ikan lele yang dapat mengkonsumsi pelet jenis F999 atau pelet butiran yang berusia 2 minggu dengan ukuran tubuh 7 cm sampai dengan 9 cm, supaya mudah untuk dirawat. Apabila bibit ikan lele yang digunakan masih kecil, terkadang bibit ikan bisa mati jika dipindahkan pada lingkungan yang masih baru. Pada kolam terpal yang memiliki ukuran 2 x 3 meter dapat dimasukan bibit ikan lele sebanyak 1000 ekor untuk airnya dengan tinggi 30 cm. Benih yang akan ditebarkan pada kolam terpal sebaiknya dalam keadaan yang sehat, ciri – ciri bibit ikan lele yang sehat tersebut adalah lincah gerakannya, tidak memiliki cacat ataupun luka pada permukaan tubuhnya, gerakan renangnya normal dan terbebas dari bibit penyakit. Anda bisa menguji gerakan dari bibit ikan lele ini dengan cara tempatkan ikan pada arus air, apabila ikan menantang arah arus air tersebut dan dapat bertahan maka gerakan renangnya sangat baik. Ukuran benih yang akan dibudidayakan sebaiknya memiliki panjang tubuh 5 sampai dengan 7 cm. Diusahakan untuk mencari ukuran benih ikan lele yang rata sehingga pertumbuhan atau perkembangan dari ikan lele ini menjadi serempak.

* Pemberian Pakan Benih Ikan Lele
Pakan adalah komponen biaya yang terbesar dalam pembudidayaan ikan lele. Banyk sekali merek serta ragam pakan ikan yang ada di pasaran. Jenis pakan ikan lele yang baik ialah pakan yang menawarkan FCR (Food Convertion Ratio) yang lebih kecil dari satu. FCR ini merupakan rasio jumlah pakan yang berbanding dengan pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai dari FCR , maka kualitas dari pakan menjadi semakin baik. Pakan utama dalam pembesaran ikan lele ini ialah pelet, untuk ikan lele dengan umur 2 minggu diberi pakan pelet jenis F 999, lalu untuk usia lebih dari 2 minggu maka diberi jenis pelet 781 – 2 sampai dengan usia 2 bulan, dan pelet jenis 781 untuk ikan lele dengan usia 2 bulan sampai dengan siap panen dengan kisaran umur 3 bulan. Ikan lele ini juga diberi jenis pakan lain selain pelet untuk mengurangi pengeluaran yaitu dengan diberi pakan berupa keong mas yang telah direbus terlebih dahulu sebagai tambahan pakan, ampas rumah tangga, dedak halus atau ikan yang sudah dihancurkan. Untuk pemberian pakan pada ikan lele ini sehari dilakukan 3 kali, pada malam hari berikanlah pakan lebih banyak sebab pada saat malam hari nafsu makan pada ikan lele menjadi lebih besar.

* Pengairan Kolam Terpal Ikan Lele
Hal terpenting dalam membudidayakan ikan lele ini adalah pengairan kolam ikan lele. Pada saat mengairi kolam terpal untuk proses awalan, maka isi kolam dengan air sampai ketinggian 30 cm kemudian diamkan selama 1 minggu sebelum bibit ikan lele dimasukan. Penambahan air ini bisa dilakukan mulai dari ketinggian 30 cm sampai dengan ketinggian 80 cm dengan cara penambahan bertahap sebanyak 15 cm dalam setiap bulannya. Untuk penggantian air kolam sampai dengan ikan lele berumur dua bulan yang dilakukan sebanyak 2 kali. Tetapi, bila kolam sudah terlihat kotor maka dapat diganti airnya agar tidak timbul penyakit. Saat melakukan penggantian air ini, lakukan juga penyortiran untuk ikan lele, pisahkan ikan lele yang tumbuh lebih cepat dengan jenis ikan lele yang masih kecil. Cara ini digunakan untuk menghindari kolam terpal yang terlalu penuh sebab banyak yang telah besar dan juga untuk menghindari ikan lele besar yang memakan ikan lele kecil.

* Pemanenan Ikan Lele
Ikan lele dapat dipanen apabila sudah 3 bulan, ukuran lele yang banyak dicari oleh para konsumen adalah ikan lele dengan ukuran 5 sampai dengan 10 ekor dalam setiap kg nya. Untuk kolam terpal ini pada panen ikan lele ini bisa dilakukan sekalian dengan proses penyortiran. Sebaiknya dalam satu hari atau 24 jam sebelum masa panen berlangsung, ikan lele tidak diberi pakan hal ini agar ikan lele tidak buang kotoran pada saat diangkut. Saat panen melakukan penyortiran dengan memisahkan jenis ikan lele sesuai dengan ukurannya. Pemisahan ukuran ikan lele ini berdampak pada harga ikan lele tersebut. Ikan lele yang telah disortir dengan berdasar ukuran dapat meningkatkan keuntungan untuk para peternak ikan lele sendiri.

2. Konsumen
Ikan lele ini adalah jenis ikan yang memiliki harga jual yang terjangkau, sehingga ikan lele ini dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Untuk konsumen tetap dari usaha pembesaran ikan lele ini adalah para pedagang ikan yang ada dipasaran yang ambil stok dagangan dari para peterbak ikan lele. Selain para pedagang yang ikan lele segar, ikan lele ini juga banyak dicari oleh para pengusaha kuliner seperti para pengusaha catering, penjual makanan pecel lele, pembuatan nugget lele dan masih banyak lagi lainnya.

3. Pemasaran Ikan Lele
Kolam terpal ini dipilih untuk dijadikan salah satu alternatif untuk pembesaran ikan lele karena memiliki banyak sekali keuntungan. Usaha untuk pembesaran ikan lelel ini memerlukan biaya yang sangat murah dan sangat praktis, selain itu kolam terpal dapat dibuat sendiri karena pembuatannya yang tidaklah rumit seperti pada pembuatan kolam beton. Keuntungan lainnya dengan menggunakan kolam terpal ini adalah proses pembongkaran dan pemasangan yang mudah. Jadi, apabila kondisi cuaca yang tidak bagus bisa dipindah ke tempat lain dengan mudah. Hal lainnya adalah kondisi air kolam bisa terkontrol dengan baik untuk kebersihannya.

4. Kekurangan dari Usaha Ikan Lele
Pembesaran ikan lele ini memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 3 bulan lebih, sehingga pendapatan yang akan diterima nantinya harus menunggu masa panen ikan lele. Dalam setiap harinya kebutuhan biaya operasional saja yang akan keluar, namun untuk pendapatan serta keuntungannya dapat diperoleh setelah masa panen ikan lele. Kebersihan dari air kolam ikan ini serta pemberian pakan ikan harus benar – benar diperhatikan, sebab ikan lele ini sangat mudah terkena penyakit apabila perawatan atau pemeliharaannya kurang terjaga.

5. Analisa Usaha Ikan Lele
Asumsi penggunaan 4 kolam terpal berukuran 2 x 3 meter dengan jumlah bibit ikan lele sebanyak 1000 ekor / kolam.

Kunci Sukses Usaha Peternakan Ikan Lele
Supaya hasil panen untuk ikan lele menjadi maksimal, maka perhatikan dengan baik langkah – langkah dalam proses pembesaran ikan lele. Hal ini untuk menghindari ikan lele terkena penyakit yang bisa menyebabkan kualitas dari ikan lele menjadi turun. Perluas kerjasama dengan para pelaku industri yang memerlukan persediakan ikan lele agar pasar yang Anda miliki nanti semakin luas serta keuntungan yang didapatkan nantinya juga meningkat.

Proses pembesaran ikan lele ini memang membutuhkan banyak sekali persediaan pakan seperti pelet agar pertumbuhan dari ikan lele menjadi stabil. Anda bisa menghemat pengeluaran pakan ikan dengan cara membuat sendiri pakan ikan berupa pelet ini. Anda dapat menggunakan mesin mixer pakan ternak, mesin ini akan membantu proses pembuatan pelet pakan ikan menjadi lebih mudah dan cepat. Pencampuran bahan – bahan pelet pun bisa sangat tercampur merata, karena mesin mixer pakan ternak ini menggunakan pencampuran secara homogen. Dengan penggunaan mesin ini proses pencetakan pelet pakan ini bisa berjalan dengan lancar, bahan pelet tercampur sempurna sehingga hasil pelet menjadi lebih berkualitas. Pembuatan pakan ikan sendiri ini bisa lebih mengemat pengeluaran, Anda pun juga bisa menjual hasil pembuatan pelet yang terlalu banyak, sehingga hal ini bisa dimanfaatkan juga untuk mendapatkan keuntungan. Apabila Anda tertarik untuk menggunakan mesin mixer pakan ternak ini, maka dapat menemukannya dengan mudah di Toko Mesin Maksindo yang sudah ada di beberapa kota di Indonesia. 

Demikianlah informasi dari BeritaHeboh mengenai usaha peternakan ikan lele dan analisa modal usahanya, semoga info tersebut mampu menambah pengetahuan dan bisa dijadikan salah satu cara untuk menjalankan usaha.

Share:

Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Potong

BeritaHeboh Bisnis ternak lain yang juga tidak kalah menggiurkannya adalah bisnis ayam pedaging atau ayam potong. Bisnis ini memiliki prospek yang sangat cerah, mengingat permintaan daging ayam terus meningkat setiap waktunya, terutama di waktu-waktu tertentu.

Namun, modal yang dibutuhkan untuk ayam potong ini jauh lebih besar daripada bebek potong. Biaya pembuatan kandangnya juga mencapai puluhan juta.

Berikut analisis usaha bisnis ayam potong :
1. Modal Investasi Awal
- Pembuatan kandang Rp12.000.000
- Gasolek (4 buah) Rp2.400.000
- Tabung gas (4 buah) Rp1.200.000
- Tempat pakan (72 buah) Rp2.160.000
- Bohlam (18 buah) Rp450.000
- Pipa paralon (20 batang)  Rp1.200.000
- Sekop Rp50.000
- Tempat minum (48 buah)  Rp3.120.000
- Kabel (100 m) Rp200.000
Total Semua Rp22.780.000

2. Biaya Operasional Bulanan
- Anak ayam 3.000 ekor Rp3.000.000
- Pakan 10 karung Rp1.000.000
- Obat-obatan dan vaksin Rp700.000
- Gaji karyawan 2 orang Rp1.500.000
- Listrik, air, telepon Rp300.000
- Isi tabung gas Rp300.000
Total Semua Rp6.800.000

3. Asumsi Pendapatan per Bulan
- Pendapatan
* asumsi ayam hidup 2.000 ekor x Rp15.000 (umur ayam 30 hari)
* Rp30.000.000
- Keuntungan
* pendapatan - biaya operasional bulanan
* Rp30.000.000 - Rp6.800.000
* Rp23.200.000

Catatan: asumsi ini tidak menggunakan sewa tempat. Harga jual di setiap daerah berbeda-beda, sehingga mempengaruhi keuntungan.

Demikianlah dari BeritaHeboh dari analisis usaha bisnis ayam potong , semoga bermanfaat bagi anda yang berniat memulai bisnis ini dan menjadikan Liputan kami sebagai panduan analisis usaha ini. Terima Kasih.
Share:

Peluang Usaha Ternak Ayam Petelur 100 Ekor

BeritaHeboh - Telur merupakan salah satu kebutuhan manusia yang berguna untuk mencukupi protein dalam tubuh manusia. Di Indonesia sendiri, Konsumsi telur rata - rata mencapai 7,23 Kg/ Tahun / kapita. Ini tentu sangat jauh dibandingkan dengan konsumsi telur ayam ras di luar negeri seperti di malaysia yang mencapai 25 Kg/ perkapita / tahun. Kebutuhan akan telur ayam yang semakin meningkat dari tahun ke tahun tentu menjadi sebuah peluang usaha yang sangat potensial untuk di jalankan baik sebagai usaha pokok, usaha sampingan maupun bisnis rumahan.

Manfaat Memelihara Ayam Petelur

Secara garis besar, tujuan utama dari bisnis telur ayam adalah telurnya. Namun, selain telur, anda dapat memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk kandang, maupun sebagai media pakan bagi ikan seperti ikan lele. Bulu - bulunya bisa digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya kelut atau alat kebersihan. Tak hanya itu, kotoran ayam kini bisa digunakan untuk bahan pembuatan biogas. Dengan berbagai manfaat pemeliharaan ayam petelur ini, sudah sangat pas kiranya jika anda menjalankan peluang usaha ternak ayam petelur.

Kisah Sukses Bisnis telur ayam

Telur ayam telah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat. Tak heran jika kebutuhan akan telur ayam semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan ini tentu menjadi salah satu sebab mengapa bisnis ini sangat potensial serta menguntungkan. Peluang ini ternyata mampu dimanfaatkan oleh Melati Fajarwati, pebisnis muda dari Pontianak yang berhasil mendapatkan kesuksesan dari bisnis telur ayam ini.

Dalam sehari, Melati dapat menghasilkan keuntungan bersih tak kurang Rp. 10 juta perhari. Omzet pertahun yang berhasil ia raih adalah Rp. 4,3 Milyar. Angka yang sangat fantastis. Telur yang ia hasilkan setiap harinya mencapai 4 ribu butir dengan harga perbutir Rp. 2.500.


Kesuksesan yang diraihnya tentu tidak didapatkan dengan mudah, butuh ketekunan dan keuletan agar usaha yang dijalankannya bisa berhasil. Dan semua itu adalah berasal dari perencanaan bisnis yang baik sehingga dapat menjalankan bisnis dengan baik dengan tata kelola yang tepat dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

Berikut Rincian Perhitungan Modal Ternak Ayam Petelur 100 Ekor :
1. Kebutuhan modal awal sekitar Rp.15.000.000.,- / 100 ekor ayam (untuk bibit ayam, pakan, kandang,)
2. Pembuatan kandang Rp.8.000.000,- (bisa ditekan dengan memanfaatkan kayu-kayu bekas bongkaran bangunan)
3. Ayam siap telur (pullet)  Rp.52.000,- x 100 ekor = Rp. 5.200.000,- (harga per-awal 2013)
4. Pakan Konsentrat 3 Kg x Rp.5.000,-     = Rp. 15.000,-
5. Pakan Beras Jagung 6 Kg x Rp.2.500,- = Rp. 15.000,-
6. Pakan Bekatul 2 Kg x Rp.1.000             = Rp.   2.000,-
7. Tiga jenis pakan di atas dicampur menjadi 11 Kg = Rp.32.000,-
8. 1 ekor per hari butuh 110gr pakan, 110gr x 100 ekor = 11.000 gr atau 11 Kg, jadi per hari 100 ekor ayam butuh 11 Kg Pakan (Rp.32.000,-)
9. Total biaya pakan hingga produksi (betelor) adalah sekitar Rp.1.000.000,-
10. Hasil telur untuk 100 ekor, rata-rata adalah 6 Kg per hari
11. Harga telur Rp.12.000,-/Kg x 6 Kg/hari = Rp. 72.000,-/hari
12. Keuntungan bersih per hari (harga telur per hari dikurangi biaya pakan per hari) Rp.72.000 -  Rp.32.000 =Rp.40.000,-/hari
13. Keuntungan perbulan  Rp.40.000,- x 30 hari = Rp.1.200.000,-
14. Masa produksi 3 tahun (sejak pertama kali bertelor)
15. Kotoran ayam dijual per kantong = Rp.10.000,-
16. Ayam afkir (sudah tidak bertelor) dijual jadi ayam pedaging = Rp.35.000,-/ekor

apakah kini anda tertarik untuk menjalankan bisnis peluang usaha ternak ayam petelur? yang pasti, anda harus ulet, jangan sampai anda mundur di tengah jalan.

Demikianlah dari BeritaHeboh ,mengenai peluang usaha bisnis telur ayam 100 ekor yang semoga dapat membantu anda dalam menentukan bisnis yang tepat untuk anda. Terima kasih atas kunjungan anda dan salam sukses selalu.
Share:

Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Petelur Eropa

BeritaHeboh - Analisa usaha ternak ayam petelur atau ayam broiler ini dibutuhkan untuk menganalisis target pemasaran yang sangat luas, sesuai dengan permintaan pasar ayam petelur ini gak ada matinya. Budidaya ayam petelur sendiri terbagi menjadi skala kecil dengan 100 ekor ayam petelur, 500 ekor ayam petelur dan 1000 ekor ayam petelur.

Analisa Modal Usaha Ternak Ayam Petelur Eropa

Modal awal ternak ayam petelur :
- Peralatan ternak yang dibutuhkan
- Desain dan Ukuran Kadang Ayam
- Pakan ayam petelur agar cepat menghasilkan
- Perhitungan Omset dan Keuntungan usaha ayam petelur
- Resiko-resiko yang perlu Anda ketahui

Ternak ayam petelur membutuhkan ketelatenan dan ketekunan agar bisnis yang anda jalankan ini dapat menghasilkan dan memperoleh keuntungan besar sesuai dengan keinginan Anda. Berikut ini beberapa hal yang perlu anda ketahui dalam Analisa usaha ternak ayam petelur.

Untuk Pemula Sebaiknya Bangun Kandang Berbahan Bambu
Analisa Usaha Ternak Ayam Petelur Eropa dan Modal :
Bisnis ternak ayam broiler penghasil telur 1000 ekor pun dapat di jalankan tanpa hambatan berarti, jika modal usaha yang terbilang besar menurut Anda maka sebaik mengajukan Proposal bantuan usaha kecil menengah pada pemerintah daerah setempat, anda dapat donlot/unduh contoh proposal usaha ternak ayam petelur pada bagian akhir artikel ini.
Beberapa peralatan ini dapat di siasati dengan menggunakan bahan bekas agar dapat menekan biaya modal awal ternak ayam petelur. contoh seperti tempat makan dan minum ayam petelur bisa dibuat dari plastik bekas.

Biaya Operasional Ayam Petelur Per Bulan :
Dari sekian banyak biaya dan modal bisnis ayam petelur, Pakan ternak merupakan yang paling banyak merogoh kocek Anda. Untuk itu disini kami ingin memperkenalkan pakan alternatif untuk ternak ayam petelur agar Anda dapat berhemat sendiri.

Pakan Alternatif  Ternak Ayam Petelur : 
Ngirit menjadi alasan peternak menggunakan pakan alternatif, didalam menjalankan usaha ternak ayam penghasil telur seringkali kita diwajibkan menggunakan bahan pakan lokal untuk pakan ternak agar bisa lebih menghemat. Berikut ini beberapa pakan ternak alternatif untuk ayam broiler yang dapat sebagai rujukan :

1. Bahan Dasar
- Singkong yang di olah menjadi gaplek untuk menggradasi zat antinutrien.
- Jagung mengandung metionin yang sangat tingg
- Tepung ikan yang kaya protein
- Kacang Tanah
- Dadak Padi
- Ampas tahu, ampas kelapa, ampas kedelai dan sisa sayuran
- Bekatul
- Sorgum
- Dadak padi

2. Peralatan
- Terpal
- Plastik
- Pengaduk dari kayu atau plastik
- Air secukupnya

3. Cara pembuatan
- Keringkan semua bahan dasar selama seminggu untuk di giling
- Aduk semua bahan sampai rata, dapat menggunakan blender untuk menghaluskan bahan
- Setelah itu jemur di atas terpal agar dapat kering secara merata, disarankan untuk di keringkan pada tempat yang menerima sinar matahari semaksimal mungkin
- Kumpulkan seluruh bahan yang sudah kering tadi pada sebuah wadah, dan tambahkan suplemen untuk mempercepat pertumbuhan ayam petelur dan meningkatkan hasil produktivitas telur ayam, tambahkan sedikit air sebelum memberi pakan alternatif ini
- Simpan persediaan pakan alternatif ayam petelur di wadah kering pada tempat yang memiliki
  sirkulasi udara sangat baik

4. Tips pemberian pakan alternatif
- Berikan pakan alternatif ayam petelur ini 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari
- Wadah pada bisa berukuran sedang, pemberian pakan bisa ¼ – ½ kg per wadah,
  menambahkan air secukupnya dan aduk sampai rata
- Pemberian pakan jangan berlebihan dan perhatikan tambahan nutrisi lainnya.

Harga Jual Ayam Petelur dan Perhitungan Keuntungan
Harga pasaran untuk ternak ayam petelur bisa dalam hitungan per kg telur dimana harga telur ayam bisa dan telur ayam kampung berkirsar antara mulai Rp 30.000 per kg hingga Rp 40.000 per kg. Ini tergantung dari harga daging yang ada di pasaran.

Asumsi anda ternak ayam petelur sebanyak 1000 ekor, setiap Kandang terisi 300 ekor ayam. Jiak setiap Kandang menghasilkan 2000 telur, setelah di timbang total 300 kg, dan harga jual telur per kg = 30.000, maka total penjualan per kandang Rp.3.600.000.

Contoh gambar desain kandang ayam petelur
Model Kandang Berbahan Bambu
Model Kandang Berbahan Besi Kawat
Demikianlah Liputan dari BeritaHeboh mengenai analisa modal usah ternak ayam petelur eropa ini, semoga bermanfaat bagi yang ingin berwirausaha dan menjadi panduan yang berharga. Terima Kasih

Share:

Cari Blog Ini